Allah SWT telah berfirman :
“Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan” (Q.S. Ar Rahman : 5)
Dan firman Allah SWT dalam Al Qur’an surah Yunus ayat 5 yang artinya :
“Dialah yang telah menjadikan matahari terang cemerlang dan bulan bercahaya, dan telah Dia tentukan untuknya tempat-tempat perjalanannya, supaya kamu ketahui bilangan tahun-tahun dan hitungannya. Tidaklah Allah menjadikan yang demikian, melainkan dengan benar. Dia jelaskan tanda-tanda untuk kaum yang mau mengetahui.”
Allah menciptakan bumi berputar dari barat ke timur, yang sekali berputar terjadi siang dan malam yang masanya 24 jam. Bumi juga beredar mengelilingi matahari yang sekali peredarannya lamanya 365 hari 5 jam 48 menit 45,17 detik, disebut tahun syamsiah.
Perhitungan dalam kalender diambil bulatnya (365 hari). Dengan begitu dalam setahun akan kurang waktu 5 jam 48 menit 45,17 detik (¼ hari). Tentu dalam masa 4 tahun akan kurang satu hari. Supaya ini tidak terjadi, maka tahun ke-4 dijadikan 366 hari. Yang sehari itu dimasukkan ke bulan Februari (tahun ke 4 Februari tidak 28 hari tetapi 29 hari).
Dan bulan beredar pula mengelilingi bumi, dan bersama-sama bumi keduanya beredar mengelilingi matahari. Dengan peredaran ini maka posisi bulan, bumi dan matahari selalu berobah menurut perobahan masanya. Terkadang-kadang letak bulan, bumi dan matahari pada satu garis lurus yang menyebabkan tertutup cahaya matahari. Inilah yang menyebabkan terjadi gerhana.
Ada 2 macam gerhana, yaitu: gerhana matahari (kusuf) dan gerhana bulan (khusuf).
I. GERHANA MATAHARI
Gerhana matahari (kusuf) terjadi kalau bulan berada antara bumi dan matahari pada satu garis lurus. Letak yang seperti ini menyebabkari cahaya matahari ke bumi tertutup oleh bulan (sebahagiannya atau seluruhnya). Gerhana matahari ini ada tiga macam:
- Gerhana sebahagian (juz’ii), hanya sebahagian matahari yang tertutup oleh bulan.
- Gerhana gelang (halaqi), matahari kelihatan di sekeliling bulan.
- Gerhana penuh (kully), kalau seluruh matahari tertutup oleh bulan, menyebabkan terjadi gelap (hari kelam), yang lamanya 5 menit atau 6 menit.
Keterangan:
- Gerhana bahagian adalah yang paling banyak terjadi dari yang lain. Gerhana ini terjadi juga sebelum dan sesudah gerhana gelang atau gerhana penuh.
- Gerhana gelang terjadi di waktu bulan berada di tengah-tengah matahari (ini juga beberapa menit saja). Sebab terjadi gerhana gelang ini waktu letak bulan jauh dari bumi. Sejauh-jauh bulan dari bumi 405.530 km.
- Gerhana penuh terjadi diwaktu seluruh matahari tertutup oleh bulan yang juga dalam waktu beberapa menit. Tertutup seluruh matahari itu karena bulan dekat ke bumi. Sedekat-dekat bulan ke bumi 353.310 km. Sebenarnya bulan itu kecil dari bumi, sedang matahari jauh lebih besar dari bumi. Tertutup matahari oleh bulan disebabkan letak matahari sangat jauh dari bulan. Gerhana matahari itu adalah ijtima’, tetapi tidak tiap-tiap ijtima’ terjadi gerhana matahari, karena tidak terletak pada garis lurus.
Gerhana matahari kalau terjadi ialah di hari akhir bulan Hijriy, yaitu tanggal 29 atau 30. Dan besoknya adalah awal bulan baru.
II. GERHANA BULAN
Gerhana bulan (khusuf) terjadi kalau bumi yang berada antara bulan dan matahari pada satu garis lurus. Menurut letak seperti ini, cahaya matahari ke bulan tertutup oleh punggung bumi, menyebabkan bulan tidak penuh. Biasanya seluruh cahaya yang diterima bulan dari matahari dipantulkannya ke bumi, karena bumi tidak terletak pada garis lurus antara matahari dan bulan.
Gerhana bulan ini terjadi di pertengahan bulan Hijriy, yaitu pada tanggal 14 atau 15 atau 16 bulan Hijriy.
III. GERHANA MENURUT SYARI’AH
Kalau terjadi gerhana disyari’atkan bermacam-macam ibadah seperti: berdo’a, takbir, ber-sedekah dan shalat gerhana/khutbah.
“Dari Mughirah bin Syu’bah: ia berkata: ‘telah terjadi gerhana matahari pada hari wafat Ibrahim putera Nabi saw. Kata orang banyak: terjadi gerhana karena Ibrahim wafat’. Maka lantas dijawab oleh Rasulullah saw.: ‘Bahwasanya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Tidak terjadi gerhana karena wafat atau lahirnya seseorang. Maka apabila kamu melihatnya, maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah sehingga habis gerhana.’”
Dan pada hadits lain Rasulullah saw. bersabda:
“Maka apabila kamu melihat yang demikian, pohonkanlah do’a kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah serta bersedekah lah. Demi Allah, jikalau kamu ketahui apa yang aku ketahui, sesungguhnya sedikit kamu tertawa dan banyak kamu menangis.”
IV. SHALAT GERHANA
Shalat gerhana (matahari atau bulan) dapat dikerjakan sendirian sekiranya tidak ada kawan. Sebaiknya dikerjakan berjama’ah. Kalau hanya seorang disirkan, dan kalau berjama’ah dijaharkan.
Sesudah shalat jama’ah disyariatkan pula berkhutbah.
Adapun cara shalat gerhana menurut yang lebih kuat:
Dikerjakan 2 raka’at dengan 4 ruku’ dan 4 sujud.
Pada raka’at pertama (seperti shalat biasa) sesudah Al-Fatihah dan ayat-ayat, kita ruku’ dan sesudah i’tidal kita kembali membaca Al-Fatihah dan ayat-ayat. Dan sesudah ruku’ kedua dan i’tidal, baru kita sujud 2 (dua) kali seperti biasa.
Pada raka’at kedua kita kerjakan sebagaimana pada raka’at pertama tadi, dan baru kita tasya-hud dan salam.
Sesudah shalat baru berkhutbah.
